Rabu, 19 Desember 2012


PUISI HUSNA YANG DIBACAKAN UST. ILYAS

Aku Mencintaimu
Karena kau seumpama bintang
Meski jauh, kau tetap terang
Meski kadang menghilang
Kau tetap bercahaya
Jauh di relung-relung jiwa
Aku mencintaimu
Karena kau seperti dian
Yang menyala-nyala di dalam dada
Menghangatkan jiwa
Terus hidup dalam segala cuaca
Aku mencintaimu
Karena aku harus mencintaimu
Rukuk dan Sujudmu
Membuatku rindu
Kukata padamu
Aku mencintaimu
Ya, Aku mencintaimu
Kau dengar itu?
Aku mencintaimu
Karena rukuk dan sujudmu pada Tuhanmu
Aku mencintaimu
Karena kita
Satu jiwa yang padu

Minggu, 24 Juni 2012

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami) , maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan"
Letih, 
saat hidupmu kau curahkan hanya untuk mencari penilaiandari manusia.
Damai,
saat yang kau cari adalah penilaian adri Tuhan-Mu.

DUA; Jatuh Cinta Lagi


Week End Malam Sabtu 23 Juni 2012  Sama Yusuf


Malam Sabtu “ngedate” bareng Yusuf. Gimana coba rasanya ada sebelas bintang, matahari dan bulan sujud sama loe sementara loe bertahta di singgahsana ( eitzz.... ini mimpi bukan sembarang mimpi, ini mimpi nabi yang baguusee tak tertandingi ). Melalui perjalanan panjang; terseok, terdampar, tertipudaya. Rasanya ingin menangis saat ku “saksikan” ia dibuang dan dicampakkan di liang sumur, “dimatikan” oleh saudaranya sendiri dengan dikatain dimakan serigala. Hingga ditemukan oleh musafir dan dijual dengan harga yang murah. Namun inilah cara Allah Merengkuh orang-orang yang di sayangi-Nya. Dihantarkan Yusuf perlahan menuju jalan yang kelak membawanya kepada kemuliaan. Masuk ke wilayah kerajaan, namun di usia remajanya dipenjarakan karena fitnah (Nasib punya tampang ganteng luar batas ... J ).

Tambah nyesek pas saudara sekandung berdatangan musim paceklik untuk meminta bahan makanan ke kerajaan (eling jaman semono pas dibuang, hiks ... mulai panas mataku). Bertemu dengan Benyamin, saudara yg paling setia. Mulai mbrebes mili pas mereka bilang Sang Ayah Ya’kub masih hidup. Bayangkan, dialah satu-satunya orang yang tahu mimpi Yusuf. Putih matanya buta dan melemah fisiknya karena sakit memikirkannya ( waduh, rek ... ora biso nahan hujan mataku). Tambah trenyuh waktu Yusuf menitipkan jubahnya untuk diusapkan di majah sang Ayah dan kembalilah penglihatannya (Subhaanallah ... kangene koyo opo yo... hiks L , melu deg-deg ser hatiku, lez-lezan sambil nrocos banyumoto banjir kie pipi).

Maha Lembut Allah, Ya Lathief, Ya ‘Aliim, Ya Hakiim...
Yusuf membawa orangtuanya ke atas singgahsana sementara sebelas saudaranya ada di bawah singgahsananya. Wahai Ayah, inilah mimpiku. Maha Benar Allah, Maha Besar Allah yang telah mengilhamkan tafsir mimpi kepadaku.


MalMing-an 24 Juni 2012 bareng Ar Rahmaan

Ternyata malam minnguan bareng Ar Rahmaan juga ora kalah seru dan haru. Diajak “berpetualang”. Dari penciptaan kita, semsta dan isinya , diajari ilmu urip... wis pokoke bodho yen dadi manungso kok isih biso SOMBONG. Asale seko lemah, bakal bali maring lemah kok yo isih bangga. Mbanggaake opo tho? Mustinya kita itu sadar, kita itu bukan siapa-siapa, ga punya apa-apa, yen isih GUMEDHE yo berarti ora duwe isin tenan.
Kedahe kitha lan panjenengan sami ngaturaken maursuwun dumateng Gusti kang Moho suci, wis diparingi nyowo, ilmu, tetumbuhan, ternak sak kabehane isi donyo kanggo manungso.
Ups... kok jadi kayak ndalang ya... J
Pokoknya seru deh dan memacu adrenalin tentunya. Habis diajak jalan-jalan liat “jurang penderitaan” yang mengerikan, diobati dengan dua surga dan segala macam isinya; dari jerning sungainya, buah-buahan yang mudah dipetik, bidadari-bidadarinya yg terjaga kesuciannya ... emang ya, ga ada balasan utk kebaikan selain kebaikan pula. Ga Cuma dua surga itu, ada dua surga lagi yang ga kalah beautiful-nya.
Maha suci Allah pemilik Keagungan.
Masih adakah diantara kita yang belum mau bersyukur?
Masih adakah nikmat Allah yang kita dustakan?
Masih adakah  diantara kita yang bisa sombong?
Asyhadu allaa ilaaha illallah, astaghfirullah.
As alukal jannah, wa a’uudzubika minannaar.
Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbu ‘afwa fa’fu ‘anniy.

Rabu, 20 Juni 2012

Tetaplah seberani mentari merentas kabut
Setegar batu karang dihempas ombak
Selembut angin musim semi membelai sakura
Agar aku dapat tetap menjadi aku:
yang menyeganimu

Senin, 06 Februari 2012

Hujan

Hujan,
biar mereka mencercamu
kala kau hadir mengusir
gemintang yang setia pada purnama

Hujan,
biar mereka acuhkanmu
saat mereka trlelap dalam khayak yang nyata

Namun hujan,
biarkan ku tetap di sini
menatapmu
di balik jendela kaca
merasakan damainya kehijauan esok pagi
karena aku tahu;
tanpa hadirmu bumi 'kan mati

( Sebuah permintaan (selepas hujan) dari seseorang yang lagi butuh perhatian )

Minggu, 01 Januari 2012

Nisrina

saat ku melihat gadis kecil yang tomboy, ku ingat kau
saat melihatnya menghafal juz 'amma, ku ingat kau
saat melihatnya selalu tersenyum ceria, ku ingat kau
saat melihatnya berulang kali mewakili sekolahnya dalam berbagai lomba, ku ingat kau
saat melihatnya tumbuh menjadi remaja aktif namun lugu, ku ingat kau
saat melihatnya begitu fleksibel dalam bergaul, ku ingat kau
saat melihatnya begitu sopan menolak teman laki-laki untuk duduk di sebelahnya, ku ingat kau
saat mengantarnya berlari-lari mengejar mentari di tepian pantai, ku ingat kau
saat melihatnya beranjak 18 tahun, berjalan tertunduk masih di balik jilbabnya, ku ingat kau
saat melihanya menangis membaca surat cinta, ku ingat kau
saat mengetahuinya memendam rasa karena cinta pada-Nya, ku ingat kau
saat melihatnya pertama kali masuk dunia kampus, ku ingat kau
saat melihatnya berseri-seri menerima hasil ujian semester, ku ingat kau
saat ku melihatnya senyum-senyum sendiri sepulang MTQ, ku ingat kau
saat ku melihatnya menangis lagi, ku ingat kau
saat ku menemaninya bolak balik luar kota untuk urusan organisasi, ku ingat kau
saat ku membaca puisi-puisinya, ku ingat kau
saat ku melihatnya sering tidur malam karena tugas dan skripsi, ku ingat kau
saat ku melihat binar matanya saat disebutkan sebagai lulusan cum laode, ku ingat kau
saat ku melihatnya mencium tangan ibunya sebelum hari pertamanya bekerja, ku ingat kau
saat ku melihatnya termenung, ku ingat kau
O, Nisrina...
Mengapa ku selalu ingat kau saat ku berada di sampingnya
Kini dia pergi entah kemana
Mencari sesuatu yang sangat berarti, katanya.
Namun aku akan terus mencarinya;
seseorang yang selalu mengingatkanku pada sosok bernama Nisrina.

( Semarang, 2 Januari 2012)