Week End Malam
Sabtu 23 Juni 2012 Sama Yusuf
Malam Sabtu “ngedate” bareng Yusuf. Gimana coba
rasanya ada sebelas bintang, matahari dan bulan sujud sama loe sementara loe bertahta
di singgahsana ( eitzz.... ini mimpi bukan sembarang mimpi, ini mimpi nabi yang
baguusee tak tertandingi ). Melalui perjalanan panjang; terseok, terdampar,
tertipudaya. Rasanya ingin menangis saat ku “saksikan” ia dibuang dan
dicampakkan di liang sumur, “dimatikan” oleh saudaranya sendiri dengan dikatain
dimakan serigala. Hingga ditemukan oleh musafir dan dijual dengan harga yang
murah. Namun inilah cara Allah Merengkuh orang-orang yang di sayangi-Nya.
Dihantarkan Yusuf perlahan menuju jalan yang kelak membawanya kepada kemuliaan.
Masuk ke wilayah kerajaan, namun di usia remajanya dipenjarakan karena fitnah (Nasib
punya tampang ganteng luar batas ... J
).
Tambah nyesek pas saudara sekandung berdatangan
musim paceklik untuk meminta bahan makanan ke kerajaan (eling jaman semono pas
dibuang, hiks ... mulai panas mataku). Bertemu dengan Benyamin, saudara yg
paling setia. Mulai mbrebes mili pas mereka bilang Sang Ayah Ya’kub masih
hidup. Bayangkan, dialah satu-satunya orang yang tahu mimpi Yusuf. Putih
matanya buta dan melemah fisiknya karena sakit memikirkannya ( waduh, rek ...
ora biso nahan hujan mataku). Tambah trenyuh waktu Yusuf menitipkan jubahnya
untuk diusapkan di majah sang Ayah dan kembalilah penglihatannya (Subhaanallah
... kangene koyo opo yo... hiks L
, melu deg-deg ser hatiku, lez-lezan sambil nrocos banyumoto banjir kie pipi).
Maha Lembut Allah, Ya Lathief, Ya ‘Aliim, Ya
Hakiim...
Yusuf membawa orangtuanya ke atas singgahsana
sementara sebelas saudaranya ada di bawah singgahsananya. Wahai Ayah, inilah
mimpiku. Maha Benar Allah, Maha Besar Allah yang telah mengilhamkan tafsir
mimpi kepadaku.
MalMing-an
24 Juni 2012 bareng Ar Rahmaan
Ternyata malam minnguan bareng Ar Rahmaan juga ora
kalah seru dan haru. Diajak “berpetualang”. Dari penciptaan kita, semsta dan
isinya , diajari ilmu urip... wis pokoke bodho yen dadi manungso kok isih biso
SOMBONG. Asale seko lemah, bakal bali maring lemah kok yo isih bangga.
Mbanggaake opo tho? Mustinya kita itu sadar, kita itu bukan siapa-siapa, ga punya
apa-apa, yen isih GUMEDHE yo berarti ora duwe isin tenan.
Kedahe kitha lan panjenengan sami ngaturaken
maursuwun dumateng Gusti kang Moho suci, wis diparingi nyowo, ilmu, tetumbuhan,
ternak sak kabehane isi donyo kanggo manungso.
Ups... kok jadi kayak ndalang ya... J
Pokoknya seru deh dan memacu adrenalin tentunya.
Habis diajak jalan-jalan liat “jurang penderitaan” yang mengerikan, diobati
dengan dua surga dan segala macam isinya; dari jerning sungainya, buah-buahan
yang mudah dipetik, bidadari-bidadarinya yg terjaga kesuciannya ... emang ya,
ga ada balasan utk kebaikan selain kebaikan pula. Ga Cuma dua surga itu, ada
dua surga lagi yang ga kalah beautiful-nya.
Maha suci Allah pemilik Keagungan.
Masih adakah diantara kita yang belum mau
bersyukur?
Masih adakah nikmat Allah yang kita dustakan?
Masih adakah
diantara kita yang bisa sombong?
Asyhadu allaa ilaaha illallah, astaghfirullah.
As alukal jannah, wa a’uudzubika minannaar.
Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbu ‘afwa fa’fu ‘anniy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar