saat ku melihat gadis kecil yang tomboy, ku ingat kau
saat melihatnya menghafal juz 'amma, ku ingat kau
saat melihatnya selalu tersenyum ceria, ku ingat kau
saat melihatnya berulang kali mewakili sekolahnya dalam berbagai lomba, ku ingat kau
saat melihatnya tumbuh menjadi remaja aktif namun lugu, ku ingat kau
saat melihatnya begitu fleksibel dalam bergaul, ku ingat kau
saat melihatnya begitu sopan menolak teman laki-laki untuk duduk di sebelahnya, ku ingat kau
saat mengantarnya berlari-lari mengejar mentari di tepian pantai, ku ingat kau
saat melihatnya beranjak 18 tahun, berjalan tertunduk masih di balik jilbabnya, ku ingat kau
saat melihanya menangis membaca surat cinta, ku ingat kau
saat mengetahuinya memendam rasa karena cinta pada-Nya, ku ingat kau
saat melihatnya pertama kali masuk dunia kampus, ku ingat kau
saat melihatnya berseri-seri menerima hasil ujian semester, ku ingat kau
saat ku melihatnya senyum-senyum sendiri sepulang MTQ, ku ingat kau
saat ku melihatnya menangis lagi, ku ingat kau
saat ku menemaninya bolak balik luar kota untuk urusan organisasi, ku ingat kau
saat ku membaca puisi-puisinya, ku ingat kau
saat ku melihatnya sering tidur malam karena tugas dan skripsi, ku ingat kau
saat ku melihat binar matanya saat disebutkan sebagai lulusan cum laode, ku ingat kau
saat ku melihatnya mencium tangan ibunya sebelum hari pertamanya bekerja, ku ingat kau
saat ku melihatnya termenung, ku ingat kau
O, Nisrina...
Mengapa ku selalu ingat kau saat ku berada di sampingnya
Kini dia pergi entah kemana
Mencari sesuatu yang sangat berarti, katanya.
Namun aku akan terus mencarinya;
seseorang yang selalu mengingatkanku pada sosok bernama Nisrina.
( Semarang, 2 Januari 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar